blog post

PTERYGIUM

Pengertian Pterygium

Pterygium adalah penyakit mata yang ditandai dengan tumbuhnya selaput pada permukaan bola mata. Kondisi ini dapat terjadi pada salah satu atau kedua mata sekaligus.

Penyakit yang termasuk lesi nonkanker ini jarang menyebabkan komplikasi berbahaya. Tetapi jika terus tumbuh dan tidak ditangani, pterygium bisa menyebar sampai menutupi pupil mata sehingga mengganggu penglihatan penderitanya.

alodokter-pterygium

Gejala Pterygium

Pada umumnya, pterygium hanyalah berupa tumbuhnya selaput pada permukaan bola mata tanpa ada keluhan lain. Namun kadang kondisi ini juga dapat disertai oleh gejala yang meliputi:
  • Mata merah.
  • Iritasi, gatal, atau perih pada mata.
  • Pandangan samar atau kabur.
  • Terasa ada yang mengganjal di mata apabila selaput pterygium tebal atau lebar.
Konsultasi pada dokter sebaiknya dilakukan apabila seseorang mengalami gejala-gejala tersebut. Pemeriksaan dan penanganan secara dini akan menurunkan risiko terjadinya komplikasi.

Penyebab Pterygium

Penyebab di balik pterygium belum diketahui secara pasti. Namun kondisi ini lebih banyak terjadi pada mereka yang sering melakukan aktivitas luar ruangan.

Pajanan sinar matahari, debu, asap, serta angin diduga berpotensi meningkatkan risiko pterygium. Mata yang kering juga diduga bisa menjadi faktor pemicu.

Diagnosis Pterygium

Pterygium bisa dideteksi oleh dokter melalui gejala utamanya, yaitu tumbuhnya selaput tipis pada permukaan bola mata. Dokter juga akan menjalani pemeriksaan mata dengan lebih saksama untuk memastikan kondisi mata pasien.

Apabila dibutuhkan, dokter akan melakukan pemeriksaan yang lebih mendetail. Pemeriksaan ini berfungsi untuk mengukur kemampuan penglihatan serta memeriksa perubahan lengkungan pada kornea pasien.

Pengobatan dan Pencegahan Pterygium

Dari hasil pemeriksaan, akan diketahui tingkat keparahan pterygium yang diderita pasien. Kondisi ini umumnya tidak membutuhkan penanganan khusus jika tergolong ringan dan tidak mengganggu penglihatan atau kenyamanan mata. Meski demikian, pasien tetap disarankan untuk menjalani pemeriksaan mata secara berkala guna memantau perkembangannya.

Namun apabila pterygium sudah menghalangi lapangan pandang mata atau mengganggu kenyamanan, dapat ditangani dengan pemberian obat-obatan sesuai resep dokter atau dengan operasi.

Penggunaan obat-obatan, misalnya obat tetes mata yang mengandung steroid dan lubrikasi, dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya peradangan atau untuk meringankan gejala. Apabila dengan obat-obatan saja tidak cukup, dapat dilakukan pengangkatan selaput pterygium melalui operasi.

Karena berpotensi menyebabkan komplikasi berupa bekas luka dan goresan pada kornea, atau pandangan kabur akibat permukaan kornea yang tidak rata, prosedur operasi hanya dianjurkan apabila:

  • Penanganan lain terbukti tidak efektif.
  • Kemampuan penglihatan pasien terancam mengalami penurunan.
Setelah operasi, pasien akan diberikan obat-obatan untuk menurunkan risiko terjadinya komplikasi, sekaligus untuk mencegah kambuhnya pterygium. Selain itu, pemantauan kondisi mata pasien juga akan dilakukan selama sekitar 1 tahun.

Penderita disarankan untuk menghindari pajanan dari lingkungan sekitar, seperti sinar matahari, asap, atau debu yang dapat memicu pterygium. Misalnya dengan mengenakan kacamata hitam atau topi saat bepergian. Hal tersebut berguna untuk mencegah pterygium atau kekambuhannya.

  • Bagikan